topiksulsel.news, Makassar – Dunia olahraga Kota Makassar kembali berduka. Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Makassar, Muchsamin Said, meninggal dunia pada Jumat (8/5/2026).
Almarhum yang akrab disapa “Kaka Jend” dikenal sebagai sosok yang aktif, berdedikasi, dan memiliki komitmen tinggi dalam pembinaan olahraga di Kota Makassar. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar KONI Makassar dan insan olahraga Sulawesi Selatan.
Selama pengabdiannya, Muchsamin Said tercatat menjadi pengurus KONI Kota Makassar selama tiga periode, yakni 2018–2022, 2022–2025, dan 2025–2029. Pada kepengurusan terakhir, ia dipercaya mengemban amanah sebagai Kepala Bidang Pengumpulan dan Pengolahan Data KONI Kota Makassar.
Dedikasi almarhum terhadap organisasi olahraga terlihat saat KONI Kota Makassar menghadapi polemik internal pada awal 2025. Saat itu, organisasi mengalami kekosongan jabatan Ketua Umum akibat persoalan hukum yang menimpa pimpinan sebelumnya.
Dalam situasi tersebut, Muchsamin Said tampil aktif memperjuangkan keutuhan organisasi. Ia dipercaya menjadi Ketua Panitia Pelaksana Musyawarah Olahraga Kota Luar Biasa (Musorkotlub) KONI Kota Makassar 2025 yang berlangsung sukses dan menghasilkan terpilihnya Ketua Umum KONI Kota Makassar periode 2025–2029.
Selain aktif di dunia olahraga, almarhum juga dikenal aktif dalam organisasi kemasyarakatan. Ia menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional Ikatan Alumni Jogjakarta (IKAJO) Sulawesi Selatan.
Tidak hanya itu, Muchsamin Said juga pernah mengemban amanah sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI) Makassar pada tahun 2025.
Di mata rekan-rekannya, Muchsamin Said dikenal sebagai pribadi idealis, pekerja keras, dan memiliki kepedulian besar terhadap kemajuan olahraga daerah. Meski tegas dalam prinsip, almarhum tetap dikenal ramah dan mudah bergaul dengan berbagai kalangan.
Jenazah almarhum dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Panaikang, Makassar, pada Jumat (8/5/2026).
Kepergian Muchsamin Said menjadi kehilangan besar bagi dunia olahraga Kota Makassar. Semangat pengabdian dan dedikasinya diharapkan menjadi teladan bagi generasi penerus olahraga di Sulawesi Selatan.











